Kincang, 22/07/2022, Jebolnya tanggul irigasi Banjarcahyana yang berada di Rt.01 Rw.03 Desa Kincang, Kecamatan Rakit Kabupaten Banjarnegara, sangat berdampak baik pada saat kejadian maupun setelahnya, seperti diketuhui bersama kemarin pada saat kejadian ada tiga rumah warga yang terendam setingi lutut, satu hetar sawah terendam, dua puluh delapan kolam rusak terterobos air dan berpuluh kwintan ikannya hilang. sungguh keruagian yang sangat besar saat ini yang telah dirasakan oleh warga masyarakat kami terutama para petani ikan, yang terkena langsung karena kejadian tersebut, ada 28 kolam ikan rusak,para petani ikan harus menanggung rugi puluhan juta rupiah, seperti disampaikan oleh sdr. Tugiman salah satu petani ikan yang menanggung kerugian yang cukup besar, tiga kolamnya berisi ikan koi, nila, bawal setrta ikan umbrahan lainnya dan telah menghabiskan pakan 700 kg pelet, yang rencananya akan dipanen pada bulan Agustus sebelum aliran irigasi kering, dengan berat hati merelakan ikannya hanyut terbawa derasnya arus air.
Menurut keterangan warga kejadian ini bukanlah bencana alam, karena jebolnya tangul irigasi ini tidak pada saat hujan deras, dan aliran irigasi sedang penuh atau meluap sebagai pemicunya. Kejadian ini senata mata karena kurangnya kewaspadaan dan perhitungan dari pihak terkait dalam pengelolaan dan pemeliharaan, disebutkan bahwa pemicu atau lubang jebolnya tanggul sudah cukup lama ada, manum penanganannya hanya menutup dengan kantong-kantong yang diisi tanah, sehingga kurang maksimal, bahkan kejadian serupa tidak kali ini saja terjadi, sebelumnya, lima tahunan yang lalu sudah pernah terjadi.
Harapan warga dengan adanya kejadiaan seperti ini, mudah-mudahan tanggul yang jebol segera dipebaiki sehingga para pengguna air tidak merugi terlalu lama, lebih khusus lagi para petani ikan yang terdampak langsung berharap paska kejadian ini ada kontibusi atau ganti untung untuk mereka guna mengembalikan kerugian. mereka berharap untuk difasilitasi sehingga dinas terkait menerima keluhannya./zoe